Tingkatkan Optimalisasi, Bawaslu Pessel-BPKAD Pessel Diskusikan Pengelolaan BMN
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan semakin meningkatkan peran dalam manajemen Barang Milik Negara (BMN) antara lain optimalisasi barang dengan lembaga eskternal.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penatausahaan BMN bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pesisir Selatan dalam rapat bersama di Kantor Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, pada Senin (28/7).
Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan Afriki Musmaidi dalam membuka rapat mengingatkan kepada peserta yang hadir untuk memelihara BMN yang ada dengan baik. "BMN yang ada di lingkungan kantor kita jumlahnya sangat banyak. Jaga baik-baik karena menunjang pekerjaan rekan-tekan sekalian," tutur Afriki.
Total BMN yang ada di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, menurut Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan Rinaldi, sebanyak 142 barang. Barang-barang tersebut tercatat semua oleh bagian keuangan dengan berbagai kondisi antara lain baik sebanyak 119 barang, rusak ringan (3 barang), dan rusak berat (18 barang).
Rinaldi dalam kesempatan terpisah menyampaikan, BMN yang dimiliki lembaga pengawas Pemilu Kabupaten Pesisir Selatan ini terdiri dari banyak barang, antara lain komputer, laptop, meja dan kursi kantor, hingga sound system. Seluruh jajaran sekretariat menjadi penanggung jawab pada setiap barang yang dipegang masing-masing.
Sejalan yang disampaikan oleh pihak Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Kepala Sub Unit (Kasubit) Perencanaan dan Pengadaan Barang Milik Daerah BPKAD Kabupaten Pesisir Selatan Rosza Lestari memperkuat penyampaian ketua maupun kepala sekretariat. "Apa yang dilakukan Bawaslu tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Sedikit pembeda kami menggunakan pakta integritas," kata Rosza. Hal lain Pemda melalui tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga melakukan update data BMD.