Nontahapan Pemilu, Khadafi: Bawaslu Punya Peran Penting Dukung Indonesia Emas Lewat Pendidikan Usia Dini
|
Sebagian besar masyarakat beranggapan masa nontahapan Pemilu merupakan masa bersantai bagi lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu. Padahal periode tersebut merupakan momen yang tepat untuk melakukan intropeksi diri, perbaikan ke internal, dan lebih dekat dengan masyarakat.
"Hari ini dinamika kepemiluan keras sekali. Ada yang beranggapan Bawaslu lebih baik dibubarkan atau tetap ada, tapi bentuknya peradilan pasif. Justru momen seperti ini Bawaslu mempunyai peran penting," kata Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Khadafi di kantor Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, pada Senin (13/04).
Peran yang dimaksud antara lain melakukan identifikasi kerawanan, evaluasi pelaksanaan aturan kepemiluan, kajian terhadap disinformasi dan hoaks di media sosial, pengawasan partisipatif, hingga konsolidasi demokrasi.
Peran lain yang dilakukan oleh Bawaslu, lanjut Khadafi, yaitu pengawasan pemutakhiran data pemilih dan partai politik peserta Pemilu. Keduanya dilakukan secara berkelanjutan kendati Pemilu masih cukup lama sehingga lebih mengetahui bagaimana permasalahan di lapangan.
Khadafi yang hadir bersama tim pengelolaan kehumasan juga menyampaikan fungsi Humas harus tetap berjalan maksimal. Oleh karena itu kehadiran Khadafi beserta rombongan tidak hanya memberikan penguatan bagi lembaga, tetapi memberikan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi kehumasan Bawaslu Pesisir Selatan.
Dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) kinerja kehumasan yang dilakukan oleh Bawaslu Sumatera Barat, diperoleh data berita yang telah dipublikasikan Bawaslu Pesisir Selatan sebanyak 46 berita melalui media daring dan 4 berita melalui media cetak selama tahun 2026.
Dalam hal media sosial, Bawaslu Pesisir Selatan telah memproduksi 76 buah konten grafis dan 58 buah konten video. Khusus video, jumlahnya berhasil melampaui rekapitulasi tahun sebelumnya sebanyak 59 buah. Kemudian bila mengacu rekapitulasi kabupaten/kota se-Sumatera Barat, Bawaslu Pesisir Selatan masuk dalam peringkat lima besar.
Adapun berapa rekomendasi yang diberikan kepada Bawaslu Pesisir Selatan yaitu publikasi dapat lebih masif melalui media massa, perlunya membuat konten grafis yang lebih menarik, dan kolaborasi (collab) dengan pihak lain di media sosial.
Khadafi sebelum menutup kegiatan tidak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslh Pesisir Selatan karena berhasil memperoleh penghargaan Terbaik I dalam Apresiasi Kehumasan Bawaslu tingkat Nasional kategori Siaran Pers pada 20 Desember 2025 lalu.
"Selalu senang datang kemari. salah satu kelebihan Pesisir Selatan, baik pimpinan maupun pejabat strukturalnya mempunyai background wartawan. Wajar bisa memperoleh penghargaan dari Bawaslu RI," tutupnya.
Anggota Bawaslu Pesisir Selatan, Nurmaidi, saat mendampingi Khadafi mengungkapkan terima kasih atas berbagai informasi, rekomendasi, dan apresiasi yang diberikan kepada lembaganya. Nurmaidi berharap momen seperti ini agar tetap ada kendati tahapan Pemilu baru masuk pada 3 tahun mendatang.
"Ini menjadi vitamin bagi kami, terutama tim pengelola Humas Bawaslu Pesisir Selatan. Kami harap ada semacam pendampingan dan sesi sharring bersama yang dilakukan secara kontinu," katanya.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama hampir satu hari penuh, dari unsur pimpinan Bawaslu Pesisir Selatan hadir para anggota seperti Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Bambang Putra Niko dan Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Syauqi Fuadi. Dari unsur sekretariat hadir pula Kepala Sekretariat, Rinaldi; Kepala Subbagian (Kasubag) Pengawasan, Ashari; Kasubag Admnistrasi, Novalina Elsa Putri; dan seluruh jajaran sekretariat tanpa terkecuali.