Diskusi dengan Mahasiswa, Bagja Tegaskan Larangan Politik Uang dalam Pemilu
|
Dalam paparannya, Bagja mengingatkan para kader HMI bahwa politik uang tidak hanya merusak integritas hasil pemilu, tetapi juga merendahkan martabat pemilih. Ia menekankan, sanksi bagi pelaku politik uang sangat berat, mulai dari sanksi pidana hingga diskualifikasi bagi pasangan calon yang terbukti melakukannya secara terstruktur, sistematis, dan masif.
"Politik uang adalah racun dalam demokrasi kita. Jika pemimpin lahir dari proses transaksional, maka kebijakan yang dihasilkan ke depan berpotensi besar hanya untuk mengembalikan modal kampanye, bukan untuk kesejahteraan rakyat," ujar Bagja di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Bagja mengajak seluruh kader HMI untuk berperan aktif sebagai pengawas partisipatif. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga berani melaporkan segala bentuk pelanggaran yang ditemui di lapangan kepada pihak Bawaslu. Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda adalah kunci dalam menjaga kesucian suara rakyat.
“Mahasiswa harus tetap menjaga independensi dan idealisme sebagai kontrol sosial dalam mengawal setiap tahapan pesta demokrasi di Indonesia,” tegasnya.
Foto: Hendi
Editor: Dey