Dekati 10 Hari Terakhir Ramadan, Bawaslu Pesisir Selatan Adakan Tahsin Qiroah
|
Mendekati 10 hari terakhir terbaik Ramadan, Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan menginisiasi program Kelas Tahsin Alquran. Program diikuti oleh seluruh pejabat dan staf sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan di media center kantor setempat, pada Rabu (11/03).
Kepala Sekretariat, Rinaldi, ketika membuka kegiatan mengatakan, program ini menjadi penting mengingat membaca Alquran secara baik merupakan hal penting bagi seorang muslim maupun muslimah.
"Bila kita beda satu huruf membaca, makhraj salah, beda maknanya. Tentu ini menjadi perhatian kita semua," kata Rinaldi.
Rinaldi menyampaikan program tahsin diharapkan menjadi program berkelanjutan dari lembaga, khususnya peningkatan kapasitas diri (capacity building) pengawas Pemilu. Program ini, harap Rinaldi, tidak hanya sekali, tetapi dapat dijadwalkan satu atau dua kali dalam sebulan.
Imam Masjid Akbar Baiturahman, Painan, Ustad Dedi Afdhal selaku narasumber memberikan sejumlah penjelasan mengenai tahsin yang mungkin belum banyak dipahami orang.
Pertama, tahsin berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti memperhalus atau memperindah bacaan Alquran dengan mengacu tata cara (tajwid). Pembacaannya, menurut Ustad Afdhal, juga mengacu pada tempat keluarnya huruf (makhrijal).
Kedua, dalam mengikuti tahsin, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain, meluruskan niat, tidak tergesa-gesa dalam belajar, dan disarankan membaca ayat-ayat suci Alquran mudah dahulu.
Ketiga, tahsin tidak mengenal batasan usia dan profesi. Selama ini masyarakat beranggapan hanya anak usia sekolah yang dapat belajar.
Ustad Afdhal saat mengakhiri pembelajaran mengingatkan supaya peserta yang hadir dapat mengulang kembali bacaannya di kala lapang. Hal ini, secara tidak langsung, menjadi pengingat setiap insan manusia harus dekat dengan Sang Pencipta.