Bawaslu Pesisir Selatan Jaring Agen Pengawasan Partisipatif Melalui Program Kelas Pemilu STAI Balaiselasa
|
Painan, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan—Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan menjaring agen pengawasan partisipatif melalui program Kelas Pemilu yang digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balaiselasa, Kamis (25/6).
Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, mengatakan Kelas Pemilu diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi melalui penguatan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap penyelenggaraan Pemilu.
Menurut Afriki, berdasarkan pengalaman Pemilu lalu, masih ditemukan berbagai dugaan pelanggaran, seperti money politics dan penyebaran berita hoaks. Karena itu, Bawaslu Pesisir Selatan terus berupaya melibatkan masyarakat secara luas untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu.
"Mahasiswa tidak hanya diharapkan aktif dalam pengawasan Pemilu, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran. Kehadiran kami hari ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang Pemilu dan demokrasi," ujar Afriki.
Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun jaringan seluas-luasnya, menambah ilmu pengetahuan serta meningkatkan keimanan.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan, Rinaldi, menyampaikan Kelas Pemilu merupakan bentuk kolaborasi antara Bawaslu dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan literasi demokrasi di kalangan generasi muda.
Menurutnya, Bawaslu Pesisir Selatan saat ini hadir di STAI Balaiselasa setelah sebelumnya menyelenggarakan kegiatan serupa di STAI Madrasah Arabiah Bayang.
"Walaupun sedang keterbatasan anggaran, Bawaslu Pesisir Selatan tetap berupaya menyebarluaskan pengetahuan tentang kepemiluan dan mendorong pemilih muda agar tidak bersikap apatis terhadap Pemilu," ujar Rinaldi.